Alhamdulillah pembukaan Pelatihan Peningkatan Wawasan dan Kompetensi Guru Mata Pelajaran PAI di SMA se-Periangan Timur berjalan dengan lancar, juga penyampaian materi sesi pertama berjalan tepat waktu dan materi-materi baru.
Ada yang menarik dari sambutan rektor IAIC KH.Bunyamin Ruhiat mengenai beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang buru PAI khususnya di SMA, dantaranya beliau mengemukakan bahwa seorang guru PAI harus mengajari anak didiknya dengan “layyin” atau lemah lembut, tidak malah sebaliknya ditakuti anak.Menurut beliau sudah tidak saatnya seorang guru menjadi ditakuti oleh anak didiknya karena kegalakannya.
Sambutan berikut adalah dari Dr.Amin Haidari Dirjen Pendidikan Agama Islam di Sekolah.Beliau lebih menekankan kepada para guru PAI untuk untuk menjadi “Khalifah” dii sekolahnya.Seperti halnya tugas kholifah yang diemban oleh nabi Adam yang diajarkan oleh Allah nama-nama seluruhnya. Sehingga seorang “khalifah”/guru PAI senantiasa mencari tau nama-nama seluruhnya, berbagai ilmu seluruhnya supaya lebih siap ketika berhadapan dengan muridnya. Jangan malah menjadi guru PAI yang dilecehkan oleh muridnya gara-gara tidak menguasai internet misalnya, atau yang lainya.
Filed under: Tulisan | Leave a Comment »










Kesulitan penderitaan di dunia terlalu kecil dan singkat jika dibandingkan dengan yang akan dialami di ahkirat kelak. Hanya dengan sabar kita bisa selamat dari penderitaan dan kesulitan akhirat yang mahadassyat tersebut. Penderitaan di dunia paling lama 60 sampai 100 tahun, tapi kebahagiaan di akhirat akan kita dapatkan, jika bisa bisa bersabar, adalah kekal abadi. Jadi sungguh naif jika hidup yang singkat ini disia-siakan untuk mengejar kesenangan yang semu.
Menurut pengertian kebahasaan adil berarti tidak berat sebelah, tidak berpihak atau proporsional. Selain pengertian menurut bahasa, adil juga berarti, menjamin hak individu (diri sendiri dan orang lain), menghapus kedzaliman, melaksanakan hukum dengan saksama dan memastikan tidak ada penyalah gunaan hak-hak orang lain. Perintah untuk bersikap adil telah difirmankan Allah SWT sebagai berikut:
Ridha berasal dari kata radhiyah yang memiliki arti “rela” dan “menerima dengan suci hati”. Sedangkan menurut istilah, ridha berkaitan dengan perkara keimanan yang terbagi menjadi dua macam, yaitu :