<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>LABIB Al-CIAMISI</title>
	<atom:link href="http://ahmadlabib.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmadlabib.wordpress.com</link>
	<description>Masuklah Ke Dalam Agama Islam Secara Keseluruhan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Oct 2009 07:45:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ahmadlabib.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/6d28495fe02a108c113bc2bd63115249?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>LABIB Al-CIAMISI</title>
		<link>http://ahmadlabib.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>SABAR</title>
		<link>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/09/sabar/</link>
		<comments>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/09/sabar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 07:45:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadlabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadlabib.wordpress.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[leh :
Farid I.A / XII IPA SIB
Kesulitan penderitaan di dunia terlalu kecil dan singkat jika dibandingkan dengan yang akan dialami di ahkirat kelak. Hanya dengan sabar kita bisa selamat dari penderitaan dan kesulitan akhirat yang mahadassyat tersebut. Penderitaan di dunia paling lama 60 sampai 100 tahun, tapi kebahagiaan di akhirat akan kita dapatkan, jika bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=253&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong>leh :</strong></p>
<p align="center"><strong>Farid I.A / XII IPA SIB</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-254" title="faridun" src="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/10/faridun.jpg?w=136&#038;h=143" alt="faridun" width="136" height="143" />Kesulitan penderitaan di dunia terlalu kecil dan singkat jika dibandingkan dengan yang akan dialami di ahkirat kelak. Hanya dengan sabar kita bisa selamat dari penderitaan dan kesulitan akhirat yang mahadassyat tersebut. Penderitaan di dunia paling lama 60 sampai 100 tahun, tapi kebahagiaan di akhirat akan kita dapatkan, jika bisa bisa bersabar, adalah kekal abadi. Jadi sungguh naif jika hidup yang singkat ini disia-siakan untuk mengejar kesenangan yang semu.</p>
<p><span id="more-253"></span></p>
<p>Allah menyayangi dan mendekatkan orang yang sabar kehadiratNya. Dia jadikan kesabaran lebih tinggi dari ibadah. Kesabaran ini akan berdiri di sudut liang lahat menjaga dan melindungi kita dari siksa kubur. Jika pahala ibadah lain sepert salat, puasa, dan zakat memiliki kelemahan, maka pahala kesabaran inilah yang akan tampil dihadapan kita.</p>
<p>Kesabaran ada 2 macam:</p>
<p>-          Pertama: Kesabaran yang berkaitan dengan fisik, seperti ketabahan dan ketegaran memikul beban dengan badan (contoh: sabar menahan sakit/luka).</p>
<p>-          Kedua: Kesabran yang terpuji dan sempurna yaitu kesabaran yang berkaitan dengan jiwa dalam menahan diri dari berbagai keinginan tabi’at dan tuntutan hawa nafsu.</p>
<p>Beberapa macam sabar dari segi permasalahannya:</p>
<p>-          Sabar dalam kekayaan disebut mengendalikan diri (dhabtun-nafsi), kebalikannya adalah keadaan yang disebut kesombongan (bathr).</p>
<p>-          Sabar dalam menghadapi salah satu bencana yang mengguncangkan  disebut lapang dada (sa’atush-shadr), kebalikannya adalah keadaan yang disebut sempit dada.</p>
<p>-          Sabar dalam kelebihan penghidupan disebut (zuhud), kebalikannya adalah rakus.</p>
<p>-          Sabar dalam menyimpan rahasia (kitmanus-sir)</p>
<p>Nah, oleh karena itu lah, sabar adalah separuh iman.</p>
<p>Ada beberapa hal yang harus diketahui agar dapat menjadi orang yang sabar:</p>
<ul>
<li>Mata dan Telinga Adalah Sarana Allah Untuk Menguji Manusia</li>
<li>Apa yang kita lihat dan dengar sering menimbulkan nafsu atau amarah yang berlebihan. Untuk mengatasinya, kita harus bersabar.</li>
</ul>
<ul>
<li>Sabar Itu Tiada Ada Batasnya</li>
<li>Mengahadapi segala permasalahan dengan sabar.</li>
</ul>
<p>“ Di hari kiamat orang yang mati syahid dan orang yang suka bersedekah dihadapkan pada perhitungan, namun orang yang mendapatkan musibah tidak dihitung dan tidak disidang lagi. Pahala mereka dituangkan begitu saja (tanpa perhitungan) sehingga orang yang tidak pernah sakit berharap tubuh mereka dipotong-potong dengan gunting, demi melihat pahala orang yang terkena musibah itu,” (HR Thabrani)</p>
<ul>
<li>Sabar Adalah Jalan Pemecahan Yang Terbaik</li>
<li>Pelampiasan emosi hanya akan mendatangkan kepuasan sesaat saja.</li>
</ul>
<p>“<strong>Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas tanggungan Allah.</strong> Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Asy-Syuura 42:40)</p>
<p>“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Alam-Nasyrah 94:5-6)</p>
<ul>
<li>Sabar Adalah Perintah Allah</li>
<li>Lakukan sabar bukan lantaran terpaksa, namun dengan penuh kesadaran bahwa ini adalah perintah Allah.</li>
</ul>
<p>Dengan mengetahui hal-hal tersebut, semoga kita akan dapat menjadi orang yang dapat <span style="text-decoration:underline;">mengiklhaskan </span>segala hal yang terjadi pada diri kita, <span style="text-decoration:underline;">iklhas</span> adalah indikator keberhasilan pelaksanaan sabar. Dan karena sesungguhnya “Orang yang bersabar, pasti mendapat kemenangan walaupun tertunda.” (Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a.)</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="119" height="15"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="center">“ Maka jika ada diantaramu 100 orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan 200 orang; dan di antaramu ada 1000 orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan 2000 orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfaal 8:66)</p>
<p>Sumber:</p>
<p>-          “Bahan Renungan Kalbu”, oleh Dermadi Alibasyah</p>
<p>-          “Mensucikan Jiwa”, oleh Sa’id Hawwa</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadlabib.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadlabib.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadlabib.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadlabib.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadlabib.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadlabib.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadlabib.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadlabib.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadlabib.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadlabib.wordpress.com/253/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=253&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/09/sabar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadlabib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/10/faridun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">faridun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ADIL</title>
		<link>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/08/adil/</link>
		<comments>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/08/adil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 11:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadlabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadlabib.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:
Safira Zamzabila Kelas III-IPA SIB
 Menurut pengertian kebahasaan adil berarti tidak berat sebelah, tidak berpihak atau proporsional. Selain pengertian menurut bahasa, adil juga berarti, menjamin hak individu (diri sendiri dan orang lain), menghapus kedzaliman, melaksanakan hukum dengan saksama dan memastikan tidak ada penyalah gunaan hak-hak orang lain. Perintah untuk bersikap adil telah difirmankan Allah SWT [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=248&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center">Oleh:</p>
<p align="center">Safira Zamzabila Kelas III-IPA SIB</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-250" title="safira" src="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/10/safira1.jpg?w=148&#038;h=199" alt="safira" width="148" height="199" /> Menurut pengertian kebahasaan <em>adil</em> berarti tidak berat sebelah, tidak berpihak atau proporsional. Selain pengertian menurut bahasa, adil juga berarti, menjamin hak individu (diri sendiri dan orang lain), menghapus kedzaliman, melaksanakan hukum dengan saksama dan memastikan tidak ada penyalah gunaan hak-hak orang lain. Perintah untuk bersikap adil telah difirmankan Allah SWT sebagai berikut:</p>
<p align="right">إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ</p>
<p align="right">يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ</p>
<p><em>“ Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. “<br />
</em>( QS. An Nahl 16:90 )</p>
<p><span id="more-248"></span></p>
<p><strong>Orang yang adil biasanya memiliki sifat seperti :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Mempunyai iman yang kukuh dan bertakwa kepada Allah SWT</li>
<li>Menguasai ilmu syariat dan ilmu Aqilah</li>
<li>Melakasankan amanah dengan penuh tanggung jawab</li>
<li>Ikhlas dan bertakwa kepada Allah SWT</li>
<li>Memiliki pribadi yang mulai ( tidak mementingkan diri sendiri, memiliki belas kasihan, bijak/tegas dan berani mengambil resiko</li>
</ol>
<p><strong>Keuntungan dari bersikap adil adalah : </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Mereka yang bersikap adil akan mendapat keamanan di dunia dan akhirat</li>
<li>Apabila orang adil yang berkuasa, maka keadilan akan memelihara kekuasaannya</li>
<li>Mendapat keridhaan dari Allah SWT</li>
<li>Mereka yang bersikap adil tidak akan menzalimi sesama manusia</li>
<li>Mereka yang bersikap adil akan mendapatkan posisi yang tinggi di dunia maupun akhirat</li>
<li>Keadilan merupakan jalan menuju surga</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Allah SWT menyarankan kita untuk bersikap adil terhadap sesama orang. Diantaranya : </strong></p>
<p>a)    Adil terhadap Allah SWT, dengan cara menghindari untuk berbuat syirik dalam beribadah, mengimani Asmaul Husna, tidak berbuat maksiat, selalu berzikir dan selalu mensyukuri nikmatNya.</p>
<p>b)    Adil terhadap sesama manusia, dengan cara tidak mengambil hak-hak mereka dan tidak mendzaliminya.</p>
<p>c)    Adil terhadap keluarga, dengan cara tidak melebihkan kasih sayang yang diberikan dan tidak mengutamakan salah seorang diantar mereka.</p>
<p>d)    Adil dalam perkataan,  dengan cara tidak berkata dusta, kasar terhadap sesama. Allah mencintai orang-orang yang adil dalam perkataan mereka, sesuai dengan firman Allah :</p>
<p><em>“ ……………………. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berkata adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu). “</em> (Q.S. Al-An’am: 152)</p>
<p>e)    Adil dalam keyakinan dengan cara, meyakini setiap ajaran-ajaran yang disebut dalam Al-Quran.</p>
<p>f)    Adil dalam menetapkan hukum dan memutuskan perselisihan yang terjadi, dengan cara menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber hukum dan pemutus hukum.</p>
<p>Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai adil, apalagi jika sudah disangkut pautkan dengan kepentingan sosial, biasanya kita akan melibatkan sikap, cara pandang dan malahan emosi. Ada beberapa sudut pandang yang berbeda mengenai adil, salah satu contohnya, adil berdasarkan egoisme pribadi dan juga adil berdasarkan egoisme kelompok dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya saya akan coba uraikan kepada anda, sebagai berikut:</p>
<p><strong>Adil berdasarkan egoisme pribadi</strong></p>
<p>Adil menurut pandangan ini hanya akan menilai sesuatu berdasarkan keuntungan yang diperolehnya saja. Inilah yang membuat makna adil sendiri menjadi tidak benar. Dengan menggunakan sudut pandang seperti ini, mereka biasanya tidak memperdulikan orang lain, yang mereka tahu hanyalah kepentingan yang akan diperoleh orang diri mereka saja, hal semacam ini akan mengurangi rasa empati kita kepada orang lain. Sebagai contoh<span style="text-decoration:underline;">, disaat kita sedang memperoleh keuntungan atas suatu perbuatan/tindakan yang kita lakukan, maka kita akan mengatakan bahwa itu adalah adil. Namun, apabila kita memperoleh kerugian atas apa yang telah kita lakukan maka dengan sendirinya kita akan mengatakan jika itu tidak adil.</span></p>
<p align="right">قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ</p>
<p><em>“  Keduanya berkata: &#8220;Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. </em><em>“</em> (Q.S. AL-Araf:23 )</p>
<p><strong>Adil berdasarkan egoisme kelompok</strong></p>
<p>Pandangan seperti ini sebenarnya hampir sama dengan pandangan adil berdasarkan egoisme pribadi. Namun bedanya, orang yang berpikiran seperti ini tidak hanya memikirkan kepentingannya saja, tapi juga memikirkan kepentingan kelompok atau keluarganya. <span style="text-decoration:underline;">Jika salah satu kelompok atau keluarganya memperoleh keuntungan atau mendapatkan hasil-hasil yang bagus dan memuaskan, maka dia akan mengatakan jika itu memang adil untuk mereka dapatkan. Tetapi dia akan mengatakan itu tidak adil bagi mereka, jika kelompok atau keluarganya tidak memperoleh hasil sesuai dengan apa yang diharapkan atau hanya sedikit sekali bagian yang diterima oleh mereka.</span> Sikap seperti ini dapat terjadi apabila ada kesamaan pandangan dari masing-masing orang, kesamaan itulah yang akhirnya membuat mereka bersatu dan menganut sudut pandang ini. Orang yang menganut paham ini hanya memiliki rasa empati kepada kelompoknya saja.</p>
<p><strong>Adil berdasarkan kelayakan bagi orang lain</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Orang yang menganut paham ini memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap sesama dan selalu berusaha memperjuangkan keadilan bagi orang lain yang berhak. Mereka yang memegang sudut pandang ini akan memperhatikan seberapa bermanfaatkah suatu perbuatan telah dilakukan oleh seseorang. <span style="text-decoration:underline;">Jika perbuatan itu membawa maanfat bagi banyak orang maka dia akan menganggapnya adil. Sebaliknya jika perbuatan itu hanya bermanfaat untuk sebagian orang saja maka dia akan menganggao itu tidak adil.</span> Mereka ini cenderung memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang-orang yang tidak mendapatkan keadilan dan mereka pun lebih mengutamakan kepentingan orang lain daripada kepentingan mereka sendiri.</p>
<p><strong>Adil berdasarkan kesamaan derajat</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Kita semua telah mengetahui <span style="text-decoration:underline;">jika derajat kita sebagai manusia sesungguhnya memang sama</span>. Maka mereka yang menganut paham keadilan ini dapat berlaku adil terhadap orang lain dan juga diri mereka sendiri. Mereka juga memiliki rasa empati yang bersifat proporsional dan tidak berlebihan sehingga mereka dapat bersikap bijak kepada orang lain maupun diri mereka sendiri.</p>
<p>Allah SWT sangat mencintai orang-orang yang senantiasa berbuat adil kepada sesama manusia. Oleh karena itu mari kita berlomba-lomba untuk bersikap adil agar Allah SWT selalu mencintai kita sebagai umatnya. Allah SWT berfirman :</p>
<p>“ …………… <em>Dan berlaku adalah : sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. “</em> (Q.S. Al-Hujarat: 9).</p>
<p>Maka dari itu, seorang muslim yang baik, dia akan berusaha untuk dapat berbuat adil dalam segala urusannya sampai keadilan benar-benar berada ditempatnya yang sebenarnya.  Dia pun berusaha untuk menjauhi segala macam bentuk ketidakadilan, kedzaliman dan juga penyelewengan. Orang yang bersikap adil tidak mudah terbuai dalam kehidupan duniawi.</p>
<p align="right">
<p align="right">
<p align="right">
<p>Sumber :</p>
<p>-       <a href="http://www.al-azim.com/masjid/adil.html">http://www.al-azim.com/masjid/adil.html</a></p>
<p>-       <a href="http://wuryanano.blogspot.com/">http://wuryanano.blogspot.com</a></p>
<p>-       <a href="http://www.lazyaumil.org/">http://www.lazyaumil.org</a></p>
<p>-</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadlabib.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadlabib.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadlabib.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadlabib.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadlabib.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadlabib.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadlabib.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadlabib.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadlabib.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadlabib.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=248&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/08/adil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadlabib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/10/safira1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">safira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RIDHA</title>
		<link>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/08/ridha-2/</link>
		<comments>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/08/ridha-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 10:59:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadlabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadlabib.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:
Sri Kreesna Maharani/XII-IPS

Ridha berasal dari kata radhiyah yang memiliki arti “rela” dan “menerima dengan suci hati”. Sedangkan menurut istilah,  ridha berkaitan dengan perkara keimanan yang terbagi menjadi dua macam, yaitu :

Ridha hamba terhadap hukum Allah. ORang yang ridha terhadap hukum Allah akan senantiasa menjalankan perintah Allah dengan ikhlas, selalu bersyukur dan menjauhi segala yang dibenci [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=245&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center">Oleh:</p>
<p align="center">Sri Kreesna Maharani/XII-IPS</p>
<p align="center">
<p><img class="alignleft size-full wp-image-246" title="niiiiiina" src="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/10/niiiiiina.jpg?w=100&#038;h=121" alt="niiiiiina" width="100" height="121" />Ridha berasal dari kata radhiyah yang memiliki arti “rela” dan “menerima dengan suci hati”. Sedangkan menurut istilah,  ridha berkaitan dengan perkara keimanan yang terbagi menjadi dua macam, yaitu :</p>
<ol>
<li>Ridha hamba terhadap hukum Allah. ORang yang ridha terhadap hukum Allah akan senantiasa menjalankan perintah Allah dengan ikhlas, selalu bersyukur dan menjauhi segala yang dibenci Allah swt.</li>
<li>Ridha Allah terhadap hamba-Nya. Jika Allah swt. meridhai hamba-Nya, Ia akan memberikan tambahan kenikmatan, pahala dan meninggikan derajat hamba-Nya tersebut.</li>
</ol>
<p>Hal ini telah disebutkan sebagaimana dengan firman Allah swt, <em>&#8221;Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.&#8221;</em> <strong>(QS 98: 8).</strong></p>
<p><strong><span id="more-245"></span><br />
</strong></p>
<p><em>Dalam hadits atha’, Ibnu Abbas berkata:</em><em> </em><em>Ketika Rasulullah SAW menemui sahabat – sahabat Anshor, Beliau bersabda: ”apakah kamu orang – orang mukmin?” ,</em><em> </em><em>lalu mereka diam,</em><em> </em><em>maka berkatalah Umar</em><em> </em><em>: “ Ya, Rasulullah”.</em><em> </em><em>Beliau SAW bersabda lagi: “ apakah tanda keimananmu?”, mereka berkata: “ kami bersyukur menghadapi kelapangan, bersabar menghadapi bencana, dan ridha dengan qada’ ketentuan Allah”,</em><em> </em><em>kemudian Nabi SAW bersabda lagi:”Orang- orang mukmin yang benar, demi Tuhan Ka’ba”.</em></p>
<p>Dalam hadits diatas diterangkan dengan jelas bahwa <strong>ridha merupakan tanda dari keimanan seseorang, ridha adalah suatu maqam mulia karena didalamnya terhimpun tawakal dan sabar.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ridha tidak berarti menerima begitu saja cobaan yang diberikan oleh Allah swt. Walaupun dalam pengertiannya, ridha berarti menerima apa yang diberikan Allah dengan sabar dan ikhlas, bukan berarti tanpa ada keinginan maupun usaha untuk mengubah situasi yang telah terjadi menjadi lebih baik lagi.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Mereka yang ridha, dapat merasakan hikmah dan kebaikan Dzat yang mendatangkan ujian. Mereka tidak berburuk sangka kepadaNya. Disaat yang lain menghayati betapa Dia Maha Agung, Maha Mulia dan Maha Sempurna. Mereka bahkan dapat menikmati musibah yang menimpanya, karena mereka tahu bahwa musibah itu datangnya dari Dzat yang dicintainya.</p>
<p>Ketika sesuatu yang tidak diinginkan datang menimpa, kita dituntut untuk ridha. Hal ini berarti kita meyakini bahwa apa yang telah menimpa kita itu adalah takdir yang telah Allah tetapkan, namun kita tetap dituntut untuk berusaha. Allah berfirman, <em>&#8221;Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.&#8221;</em> <strong>(QS 13: 11).</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ridha berbeda dari sabar dan pasrah</strong></p>
<p><strong>Sabar berarti </strong>menahan diri dari amarah dan kekesalan ketika merasa sakit sambil berharap derita itu segera hilang. Pasrah adalah menerima segala ketetapan Allah, tanpa ada ikhtiar untuk mengubahnya sedikitpun. Ridha berbeda dari keduanya dan ridha merupakan salah satu sifat yang diutamakan (dimuliakan) oleh Allah swt.</p>
<p>Anas bin malik meriwayatkan dari Nabi saw, beliau bersabda :</p>
<p dir="rtl"><strong>اِنَّ اللهَ اِذَا اَحَبَّ قَوْمًا اِبْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ لَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ عَلَيْهِ السُّخْطِ</strong></p>
<p dir="rtl">
<p><em>“Sesungguhnya jika Allah menyayangi suatu kaum maka Dia akan menguji mereka, barangsiapa yang ridha maka baginya kerdihaan Allah dan siapa yang marah maka baginya murka Allah s.w.t.”</em><em> </em></p>
<p><strong>Keutamaan Ridha juga telah tercantum dalam Al-Quran</strong></p>
<p>Jika mereka sungguh-sungguh rida dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: &#8220;Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebahagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah&#8221;, (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).</p>
<p>(QS 9:59)</p>
<p>Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.</p>
<p>(QS 58:22)</p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Referensi:</em></p>
<p><a href="http://www.dudung.net/artikel-islami/antara-ridha-dan-pasrah.html"><em>http://www.dudung.net/artikel-islami/antara-ridha-dan-pasrah.html</em></a><em>,</em></p>
<p><a href="http://www.dudung.net/artikel-islami/antara-ridha-dan-pasrah.html"><em>http://www.dudung.net/artikel-islami/antara-ridha-dan-pasrah.html</em></a><em>,</em></p>
<p><a href="http://jalandakwahbersama.wordpress.com/2009/06/07/ridha/"><em>http://jalandakwahbersama.wordpress.com/2009/06/07/ridha/</em></a><em> </em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadlabib.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadlabib.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadlabib.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadlabib.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadlabib.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadlabib.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadlabib.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadlabib.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadlabib.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadlabib.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=245&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/08/ridha-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadlabib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/10/niiiiiina.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">niiiiiina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RIDHA</title>
		<link>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/08/ridha/</link>
		<comments>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/08/ridha/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 10:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadlabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadlabib.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:
Ahmad Ghalib Kelas III-IPA SIB
 
Orang beriman yang mempunyai sikap yang bijaksana pastinya akan bersikap ridha kepada semua perbuatan yang dia lakukan. Kata ridha berasal dari bahasa Arab yang artinya rela dan menerima dengan suci hati . Menurut istilah ridha berarti menerima dengan rasa senang apa yang diberikan oleh Allah SWT baik berupa peraturan, hukum, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=241&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong>Oleh:</strong></p>
<p align="center"><strong>Ahmad Ghalib Kelas III-IPA SIB</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-242" title="ghalib" src="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/10/ghalib.jpg?w=133&#038;h=170" alt="ghalib" width="133" height="170" />Orang beriman yang mempunyai sikap yang bijaksana pastinya akan bersikap ridha kepada semua perbuatan yang dia lakukan. Kata ridha berasal dari bahasa Arab yang artinya rela dan menerima dengan suci hati . Menurut istilah ridha berarti menerima dengan rasa senang apa yang diberikan oleh Allah SWT baik berupa peraturan, hukum, ataupun qada atau ketentuan nasib.Mengacu pada pengertian ridha, menurut istilah seperti tersebut ridha dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam yaitu :</p>
<p>Ridha terhadap      peraturan &#8211; peraturan Allah SWT. Orang yang ridha terhadap hukum Allah SWT      tentu akan melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya,      yang dilandasi dengan niat ikhlas karena Allah SWT dan rasa senang, tidak      merasa dipaksa atau terpaksa.</p>
<p><span id="more-241"></span></p>
<ol>
<li>Ridha terhadap qada      dan qadar Allah SWT yang berkaitan dengan nasib. Orang beriman yang ridha      akan menerima qada dan qadar Allah SWT yang berupa kenikmatan dengan rasa      syukur, dan yang berupa kemalangan dengan sabar dan tawakal.</li>
</ol>
<p><strong>Ridha Allah SWT</strong> mengandung arti ridha mencintai-Nya semata, ridha menyembahnya semata, takut dan berharap kepadanya, merendahkan diri kepadanya, beriman kepada pengaturan dan menyukainya, bertawakkal dan meminta pertolongan kepada-Nya, dan ridha kepada apa yang telah diperbuatnya, maka inilah yang dimaksud dengan ridha kepada Allah SWT. Hal ini sesui dengan firman Allah SWT. “<em>Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: &#8220;Cukuplah Allah bagi kami, “ (Qs At Taubah :59)</em>.</p>
<p>Banyak dari ulama yang membahas tentang ridha, apakah termasuk katagori sunnah   atau wajib. Syaikhul Islam Ibnu Taimuyah rahimullah mengambil kesimpulan, bahwa hukum penting ridha kepada taqdir adalah wajib, sebab orang yang tidak punya rasa ridha kepada Allah, agama dan syariat, dan hukum-hukumnya, maka jelaslah sudah dia bukan seorang muslim. Sedangkan kedudukannya yang tinggi adalah sunnah, yaitu termasuk dalam amalan orang &#8211; orang didekatkan kepada Allah SWT.<em> </em></p>
<p>Untuk menyakinkan diri sekaligus mengharapkan ridha Allah SWT, Rasulullah SAW sangat  menganjurkan untuk berdzikir, di dalam sebuah hadits dari Abu Salmah r.a khadim Nabi SAW, marfu’, sesungguhnya ia berkata., “ Rasulullah Saw bersabda,” <em>Barangsiapa membaca pada waktu pagi dan pada sore hari,</em> <em>Radhitu billahirabba), wa bil islami dina(n) wa Muhammadin nabiyyaw wa rasulaa(n).</em> <em>(Aku ridha Allah sebagai Rab ku, dan Islam sebagai  agamaku,  dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulku) wajiblah Allah meridhai dia (HR Abu Dawud, Turmuzi, Nasai dan al Hakim).</em></p>
<p><strong>Ridha dengan Islam</strong> sebagai agama artinya apa saja yang di dalam Islam, baik berupa hukum perintah dan larangan, maka sesungguhnya kita meridhainya secara kseluruhan, tanpa ada rasa rasa keberatan barang sedikitpun dalam diri kita untuk menerimanya, melainkan kita pasrah menerima nya dengan hal tersebut dengan lengkap. Kita tetap tegar dengan prinsip ini meskipun harus bertentangan dengan kesenangan pribadi, meskipun sebagian besar manusia menyalahinya, meskipun kita dalam pengembaraan, dan meskipun kita banyak musuh karenanya.</p>
<p><strong>Ridha kepada nabi Muhammad SAW</strong> sebagai nabi artinya kita harus beriman kepadanya, patuh kepada-Nya, dan pasrah kepadanya, dan hendaknya beliau SAW harus kita  pentingkan daripada diri sendiri. Untuk itu seandainya beliau SAW masih ada, kemudian ada sebuah anak panah yang melesat mengarah padanya, kita wajib melindunginya meskipun mengorbankan nyawa kita sendiri. Kita rela mati membelanya. kita ridha dengan tuntunan dan sunnahnya. Jika ridha kepada sunnahnya, berarti kita tidak mau merujuk kepada siapapun, kecuali hanya kepadanya dan tidak pula meminta keputusan hukum, kecuali hanya kepadanya.</p>
<p>Beberapa  Buah dari perbuatan ridha yang didapat karena telah melakukannya dengan ikhlas tidak dipaksa serta tidak terpaksa adalah sebagai berikut  :</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>Ridha, gembira dan senang kepada Allah SWT</strong> seperti yang dilakukan oleh nabi Muhammad SAW bahwa beliau adalah orang yang paling ridha, paling gembira dan paling senang dengan Tuhannya.</li>
<li><strong>Ridha akan menyelamatkan seorang hamba</strong> dari kegundahan kecemasan, kesedihan, kekacauan hati, tertutupnya mata hati.</li>
<li><strong>Ridha akan membebaskan seorang hamba</strong> dari dari sikap menentang Tuhannya dan semua perintah, hukum dan keputusannya.</li>
<li><strong>Ridha sangat berguna sekali bagi seseorang</strong> hingga akan membuatnya tidak pernah putus asa terhadap keinginan yang luput darinya.</li>
<li><strong>Ridha membuat sesorang</strong> tidak pernah meragukan ketetapan Allah, takdir, hukum dan ilmu-Nya, sehingga akan membuatnya pasrah kepada-Nya.</li>
<li><strong>Ridha dapat memusatkan dan menjernihkan hati</strong> sehingga pelakunya dapat memanfaatkannya untuk beribadah lebih khusyu’.</li>
</ol>
<p>Wallahu ‘alam bi shawwab</p>
<p align="right"><strong><em>Sumber : Silsilah Amalan Hati</em></strong><strong><em><br />
</em></strong><strong><em>Muhammad bin Shalih Al Munajjid</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadlabib.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadlabib.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadlabib.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadlabib.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadlabib.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadlabib.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadlabib.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadlabib.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadlabib.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadlabib.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=241&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/08/ridha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadlabib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/10/ghalib.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ghalib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SURGA DAN NERAKA</title>
		<link>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/08/surga-dan-neraka/</link>
		<comments>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/08/surga-dan-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 10:45:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadlabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadlabib.wordpress.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:
(SELVI SUSWADI KELAS XII SMA SIB)
Kita, sebagai umat muslim, telah meyakini bahwa surga dan neraka itu memang ada. Surga itu sendiri dalam Al-Quran telah dijelaskan dalam surat Ar-Ra’du 13:35, yang artinya Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=235&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center">Oleh:</p>
<p align="center">(SELVI SUSWADI KELAS XII SMA SIB)</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-237" title="sevia" src="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/10/sevia1.jpg?w=168&#038;h=217" alt="sevia" width="168" height="217" />Kita, sebagai umat muslim, telah meyakini bahwa surga dan neraka itu memang ada. Surga itu sendiri dalam Al-Quran telah dijelaskan dalam surat Ar-Ra’du 13:35, yang artinya <em>Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Untuk urusan neraka, Allah SWT juga telah menjelaskannya dalam Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 16, yang artinya <em>Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.</em></p>
<p><em><span id="more-235"></span><br />
</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>SURGA</p>
<p>Setiap muslim percaya bahwa semua manusia dilahirkan suci. Dalam Islam pula, jika ada seorang bocah yang mati, maka secara otomatis akan pergi ke surga, tanpa mempedulikan agama kedua orang tuanya. Surga tertinggi tingkatnya adalah Firdaus (فردوس) &#8211; <a title="Pardis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pardis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pardis</a> (پردیس), dimana para <a title="Nabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi">nabi</a> dan <a title="Rasul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasul">rasul</a>, <a title="Syuhada (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syuhada&amp;action=edit&amp;redlink=1">syuhada</a> dan orang-orang saleh.</p>
<p>Tingkatan dan nama-nama surga ialah:</p>
<ul>
<li><a title="Jannatul Firdaus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jannatul_Firdaus">Jannatul Firdaus</a> yaitu surga yang terbuat dari emas merah.</li>
<li><a title="Jannatul 'Adn (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jannatul_%27Adn&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jannatul      &#8216;Adn</a> yaitu surga yang terbuat dari intan putih.</li>
<li><a title="Jannatun Na'iim (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jannatun_Na%27iim&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jannatun      Na&#8217;iim</a> yaitu surga yang terbuat dari perak putih.</li>
<li><a title="Jannatul Khuldi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jannatul_Khuldi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jannatul      Khuldi</a> yaitu surga yang terbuat dari marjan yang berwarna merah      dan kuning.</li>
<li><a title="Jannatul Ma'wa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jannatul_Ma%27wa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jannatul      Ma&#8217;wa</a> yaitu surga yang terbuat dari zabarjud hijau.</li>
<li><a title="Darus Salaam (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Darus_Salaam&amp;action=edit&amp;redlink=1">Darus      Salaam</a> yaitu surga yang terbuat dari yaqut merah.</li>
<li><a title="Darul Jalal (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Darul_Jalal&amp;action=edit&amp;redlink=1">Darul      Jalal</a> yaitu surga yang terbuat dari mutiara putih.</li>
<li><a title="Darul Qarar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Darul_Qarar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Darul      Qarar</a> yaitu surga yang terbuat dari emas merah.</li>
</ul>
<p>Dalam surga, kita mendapat kenikmatan yang sangat luar biasa. Surga itu sendiri terdapat 8 pintu gerbang. Beberapa hal lain yang terdapat dalam surga, di antaranya:</p>
<ul>
<li> Sungai-sungai yang terbuat dari madu,      khamr yang tidak memabukkan dan susu yang tidak pernah berubah rasanya.</li>
<li>Mata      air yang wangi dan beraroma segar.</li>
<li>Pohon      yang tidak pernah berhenti berbuah, taman, dan naungan.</li>
<li>Buah-buahan      dan tanaman yang selalu berbuah dan tidak pernah layu.</li>
<li>Makanan      dan minuman yang mengundang selera dan selalu ada jika mereka      menginginkannya. Alat makannya terbuat dari emas dan perak.</li>
<li>Istana      yang luasnya 60 mil.</li>
<li>Bidadari-bidadari      surga yang sangat setia.</li>
</ul>
<p>Orang miskin adalah golongan orang pertama yang akan masuk surga dan 40 tahun kemudian adalah golongan orang-orang kaya. Sedangkan yang terakhir kali masuk surga adalah orang-orang yang melintasi titian.</p>
<p>NERAKA</p>
<p>Kita, sebagai umat muslim, telah meyakini bahwa surga dan neraka itu memang ada. Surga itu sendiri dalam Al-Quran telah dijelaskan dalam surat Ar-Ra’du 13:35, yang artinya <em>Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Untuk urusan neraka, Allah SWT juga telah menjelaskannya dalam Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 16, yang artinya <em>Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>SURGA</p>
<p>Setiap muslim percaya bahwa semua manusia dilahirkan suci. Dalam Islam pula, jika ada seorang bocah yang mati, maka secara otomatis akan pergi ke surga, tanpa mempedulikan agama kedua orang tuanya. Surga tertinggi tingkatnya adalah Firdaus (فردوس) &#8211; <a title="Pardis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pardis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pardis</a> (پردیس), dimana para <a title="Nabi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nabi">nabi</a> dan <a title="Rasul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasul">rasul</a>, <a title="Syuhada (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Syuhada&amp;action=edit&amp;redlink=1">syuhada</a> dan orang-orang saleh.</p>
<p>Tingkatan dan nama-nama surga ialah:</p>
<ul>
<li><a title="Jannatul Firdaus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jannatul_Firdaus">Jannatul Firdaus</a> yaitu surga yang terbuat dari emas merah.</li>
<li><a title="Jannatul 'Adn (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jannatul_%27Adn&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jannatul      &#8216;Adn</a> yaitu surga yang terbuat dari intan putih.</li>
<li><a title="Jannatun Na'iim (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jannatun_Na%27iim&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jannatun      Na&#8217;iim</a> yaitu surga yang terbuat dari perak putih.</li>
<li><a title="Jannatul Khuldi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jannatul_Khuldi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jannatul      Khuldi</a> yaitu surga yang terbuat dari marjan yang berwarna merah      dan kuning.</li>
<li><a title="Jannatul Ma'wa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jannatul_Ma%27wa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jannatul      Ma&#8217;wa</a> yaitu surga yang terbuat dari zabarjud hijau.</li>
<li><a title="Darus Salaam (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Darus_Salaam&amp;action=edit&amp;redlink=1">Darus      Salaam</a> yaitu surga yang terbuat dari yaqut merah.</li>
<li><a title="Darul Jalal (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Darul_Jalal&amp;action=edit&amp;redlink=1">Darul      Jalal</a> yaitu surga yang terbuat dari mutiara putih.</li>
<li><a title="Darul Qarar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Darul_Qarar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Darul      Qarar</a> yaitu surga yang terbuat dari emas merah.</li>
</ul>
<p>Dalam surga, kita mendapat kenikmatan yang sangat luar biasa. Surga itu sendiri terdapat 8 pintu gerbang. Beberapa hal lain yang terdapat dalam surga, di antaranya:</p>
<ul>
<li> Sungai-sungai yang terbuat dari madu,      khamr yang tidak memabukkan dan susu yang tidak pernah berubah rasanya.</li>
<li>Mata      air yang wangi dan beraroma segar.</li>
<li>Pohon      yang tidak pernah berhenti berbuah, taman, dan naungan.</li>
<li>Buah-buahan      dan tanaman yang selalu berbuah dan tidak pernah layu.</li>
<li>Makanan      dan minuman yang mengundang selera dan selalu ada jika mereka      menginginkannya. Alat makannya terbuat dari emas dan perak.</li>
<li>Istana      yang luasnya 60 mil.</li>
<li>Bidadari-bidadari      surga yang sangat setia.</li>
</ul>
<p>Orang miskin adalah golongan orang pertama yang akan masuk surga dan 40 tahun kemudian adalah golongan orang-orang kaya. Sedangkan yang terakhir kali masuk surga adalah orang-orang yang melintasi titian.</p>
<p>NERAKA</p>
<p>Didalam <a title="Al-Qur'an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an">Al-Qur&#8217;an</a> disebutkan <a title="Bahan bakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar">bahan bakar</a> neraka adalah dari <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> dan <a title="Batu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batu">batu</a> (ada yang mengartikan <a title="Berhala" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berhala">berhala</a>). Pintu <a title="Gerbang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerbang&amp;action=edit&amp;redlink=1">gerbang</a> Neraka di pimpin oleh <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">Malaikat</a> <a title="Malaikat Malik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat_Malik">Malik</a>, yang memiliki 19 malaikat penyiksa didalam Neraka, salah satunya yang disebut namanya dalam Al-Qur&#8217;an adalah <a title="Zabaniah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zabaniah">Zabaniah</a>.</p>
<p>Walaupun neraka sering digambarkan sebagai tempat penyiksaan yang teramat panas, tetapi ada hawa neraka menjadi teramat sangat dingin. Disebutkan di dalam Al-Qur&#8217;an:<em>“Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin”. (Sad [38]:57)</em></p>
<p>Siksaan di dalam neraka yang paling ringan diberikan <a title="Sandal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sandal">sandal</a> api yang bisa membuat <a title="Otak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otak">otak</a> mereka mendidih. “Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya ialah orang yang diberi sepasang <a title="Sandal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sandal">sandal</a> yang talinya terbuat dari <a title="Api" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Api">api</a> neraka, lalu mendidihlah <a title="Otak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otak">otaknya</a> karena panasnya yang laksana air panas mendidih di dalam <a title="Periuk (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Periuk&amp;action=edit&amp;redlink=1">periuk</a>. Dia mengira tiada seorangpun yang menerima siksaan lebih dahsyat dari itu, padahal dialah orang yang mendapat siksaan paling ringan.” (HR. <a title="Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukhari">Bukhari</a>-Muslim)</p>
<p>Neraka tempat penyiksaan itu kemudian banyak disebut orang dengan nama <a title="Jahannam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jahannam">Jahannam</a>. Jahannam itu memiliki 7 <a title="Pintu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pintu">pintu</a>, setiap pintu (tingkat), telah ditetapkan untuk golongan tertentu dari para makhluk-Nya. Pintu (tingkat) neraka yang disebutkan didalam Al Qur&#8217;an adalah:</p>
<ul>
<li><strong><a title="Hawiyah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hawiyah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hawiyah</a></strong><br />
Neraka yang diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya,      yaitu mereka yang selama hidup didunia mengerjakan kebaikan bercampur dengan      keburukan. Orang <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">muslim</a> laki dan      perempuan yang tidak tanduknya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam,      seperti para wanita muslim yang tidak menggunakan <a title="Jilbab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jilbab">jilbab</a>, bagi para lelaki muslim yang      sering memakai <a title="Sutra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutra">sutra</a> dan <a title="Emas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emas">emas</a>, mencari rejeki dengan cara tidak      halal, memakan <a title="Riba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riba">riba</a> dan sebagainya, Hawiyah adalah      sebagai tempat tinggalnya. <a title="Surah Al-Qari'ah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Qari%27ah">Surah Al-Qari&#8217;ah</a>.</li>
<li><strong><a title="Jahiim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jahiim">Jahiim</a></strong><br />
Neraka sebagai tempat penyiksaan orang-orang <a title="Musyrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musyrik">musyrik</a> atau orang yang menyekutukan <a title="Allah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah">Allah</a>. Mereka akan disiksa oleh para      sesembahan mereka. Dalam ajaran Islam <a title="Syirik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syirik">syirik</a> adalah sebagai salah satu <a title="Dosa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dosa">dosa</a> paling besar menurut Allah,      karena syirik berarti menganggap bahwa ada <a title="Makhluk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk">makhluk</a> yang lebih hebat dan berkuasa      sehebat Allah dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Allah. <a title="Surah Asy-Syu'ara'" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Asy-Syu%27ara%27">Surah      Asy-Syu&#8217;ara&#8217;</a> dan <a title="Surah As-Saffat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_As-Saffat">Surah As-Saffat</a>.</li>
<li><strong><a title="Saqar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saqar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Saqar</a></strong><br />
Neraka untuk orang <a title="Munafik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Munafik">munafik</a>, yaitu      orang yang mendustakan perintah <a title="Allah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah">Allah</a> dan <a title="Rasul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasul">rasul</a>. Mereka mengetahui bahwa Allah      sudah menentukan hukum Islam melalui lisan <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a>, tetapi mereka meremehkan syariat      Islam. <a title="Surah Al-Muddassir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Muddassir">Surah      Al-Muddassir</a>.</li>
<li><strong><a title="Lazhaa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lazhaa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lazhaa</a></strong><br />
Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah      dan menghina orang miskin. Bagi mereka yang tidak mau bersedekah, membayar      <a title="Zakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat">zakat</a>, atau bahkan memasang muka masam      apabila ada orang miskin datang meminta bantuan. <a title="Surah Al-Ma’arij" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Ma%E2%80%99arij">Surah Al-Ma’arij</a>.</li>
<li><strong><a title="Huthamah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Huthamah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Huthamah</a></strong><br />
Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa <a title="Emas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emas">emas</a>, <a title="Perak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perak">perak</a> atau <a title="Platina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Platina">platina</a>, mereka yang serakah tidak mau      mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin. Di neraka ini harta      yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai      siksaan kepada manusia pengumpul harta. <a title="Surah Al-Humazah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Humazah">Surah Al-Humazah</a>.</li>
<li><strong><a title="Sa'iir (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sa%27iir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sa&#8217;iir</a></strong><br />
Neraka yang diisi oleh orang-orang <a title="Kafir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kafir">kafir</a> dan orang yang memakan <a title="Harta (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harta&amp;action=edit&amp;redlink=1">harta</a> anak yatim. <a title="Surah Al-Ahzab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Ahzab">Surah Al-Ahzab</a>, <a title="Surah An-Nisa'" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Nisa%27">Surah An-Nisa&#8217;</a>, <a title="Surah Al-Fath" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Fath">Surah Al-Fath</a> dan <a title="Surah Luqman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Luqman">Surah Luqman</a>.</li>
<li><strong><a title="Wail (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wail&amp;action=edit&amp;redlink=1">Wail</a></strong><br />
Neraka yang disediakan untuk para pengusaha atau pedagang yang licik,      dengan cara mengurangi berat timbangan, mencalokan barang dagangan untuk      mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Barang dagangan mereka akan      dibakar dan dimasukkan kedalam <a title="Perut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perut">perut</a> mereka sebagai      <a title="Azab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Azab">azab</a> dosa-dosa mereka. <a title="Surah Al-Tatfif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Tatfif">Surah Al-Tatfif</a> dan <a title="Surah At-Tur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_At-Tur">Surah At-Tur</a>.</li>
</ul>
<p>Neraka dipegang (ditahan) oleh tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh tujuh puluh ribu malaikat.</p>
<p>Disebutkan didalam salah satu <a title="Hadist" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadist">hadist</a>, bahwa penghuni neraka yang terbanyak adalah dari kalangan <a title="Perempuan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perempuan">perempuan</a>.</p>
<p><em>&#8230;orang-orang ahli neraka telah diperintahkan masuk neraka maka ketika saya berdiri di dekat pintu neraka tiba-tiba kudapatkan kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang perempuan.</em></p>
<p>Oleh karena itu, kita harus senantiasa menggunakan hidup kita untuk selalu beribadah semata-mata karena Allah SWT. Allah SWT berfirman, yang artinya &#8220;<em>Dan, Aku tidak menciptakan manusia dan jin melainkan untuk menyembah-Ku.</em>&#8221; [Adz-Dzariat : 56].</p>
<p>Referensi: Wikipedia dan Indahnya Surga Dahsyatnya Neraka (karya Abu Fatiah Al-Adnani)</p>
<p>Didalam <a title="Al-Qur'an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an">Al-Qur&#8217;an</a> disebutkan <a title="Bahan bakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar">bahan bakar</a> neraka adalah dari <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> dan <a title="Batu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batu">batu</a> (ada yang mengartikan <a title="Berhala" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berhala">berhala</a>). Pintu <a title="Gerbang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerbang&amp;action=edit&amp;redlink=1">gerbang</a> Neraka di pimpin oleh <a title="Malaikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat">Malaikat</a> <a title="Malaikat Malik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat_Malik">Malik</a>, yang memiliki 19 malaikat penyiksa didalam Neraka, salah satunya yang disebut namanya dalam Al-Qur&#8217;an adalah <a title="Zabaniah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zabaniah">Zabaniah</a>.</p>
<p>Walaupun neraka sering digambarkan sebagai tempat penyiksaan yang teramat panas, tetapi ada hawa neraka menjadi teramat sangat dingin. Disebutkan di dalam Al-Qur&#8217;an:<em>“Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin”. (Sad [38]:57)</em></p>
<p>Siksaan di dalam neraka yang paling ringan diberikan <a title="Sandal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sandal">sandal</a> api yang bisa membuat <a title="Otak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otak">otak</a> mereka mendidih. “Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya ialah orang yang diberi sepasang <a title="Sandal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sandal">sandal</a> yang talinya terbuat dari <a title="Api" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Api">api</a> neraka, lalu mendidihlah <a title="Otak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otak">otaknya</a> karena panasnya yang laksana air panas mendidih di dalam <a title="Periuk (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Periuk&amp;action=edit&amp;redlink=1">periuk</a>. Dia mengira tiada seorangpun yang menerima siksaan lebih dahsyat dari itu, padahal dialah orang yang mendapat siksaan paling ringan.” (HR. <a title="Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bukhari">Bukhari</a>-Muslim)</p>
<p>Neraka tempat penyiksaan itu kemudian banyak disebut orang dengan nama <a title="Jahannam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jahannam">Jahannam</a>. Jahannam itu memiliki 7 <a title="Pintu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pintu">pintu</a>, setiap pintu (tingkat), telah ditetapkan untuk golongan tertentu dari para makhluk-Nya. Pintu (tingkat) neraka yang disebutkan didalam Al Qur&#8217;an adalah:</p>
<ul>
<li><strong><a title="Hawiyah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hawiyah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hawiyah</a></strong><br />
Neraka yang diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya,      yaitu mereka yang selama hidup didunia mengerjakan kebaikan bercampur dengan      keburukan. Orang <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">muslim</a> laki dan      perempuan yang tidak tanduknya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam,      seperti para wanita muslim yang tidak menggunakan <a title="Jilbab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jilbab">jilbab</a>, bagi para lelaki muslim yang      sering memakai <a title="Sutra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutra">sutra</a> dan <a title="Emas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emas">emas</a>, mencari rejeki dengan cara tidak      halal, memakan <a title="Riba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riba">riba</a> dan sebagainya, Hawiyah adalah      sebagai tempat tinggalnya. <a title="Surah Al-Qari'ah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Qari%27ah">Surah Al-Qari&#8217;ah</a>.</li>
<li><strong><a title="Jahiim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jahiim">Jahiim</a></strong><br />
Neraka sebagai tempat penyiksaan orang-orang <a title="Musyrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musyrik">musyrik</a> atau orang yang menyekutukan <a title="Allah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah">Allah</a>. Mereka akan disiksa oleh para      sesembahan mereka. Dalam ajaran Islam <a title="Syirik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syirik">syirik</a> adalah sebagai salah satu <a title="Dosa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dosa">dosa</a> paling besar menurut Allah,      karena syirik berarti menganggap bahwa ada <a title="Makhluk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk">makhluk</a> yang lebih hebat dan berkuasa      sehebat Allah dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Allah. <a title="Surah Asy-Syu'ara'" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Asy-Syu%27ara%27">Surah      Asy-Syu&#8217;ara&#8217;</a> dan <a title="Surah As-Saffat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_As-Saffat">Surah As-Saffat</a>.</li>
<li><strong><a title="Saqar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saqar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Saqar</a></strong><br />
Neraka untuk orang <a title="Munafik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Munafik">munafik</a>, yaitu      orang yang mendustakan perintah <a title="Allah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah">Allah</a> dan <a title="Rasul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasul">rasul</a>. Mereka mengetahui bahwa Allah      sudah menentukan hukum Islam melalui lisan <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a>, tetapi mereka meremehkan syariat      Islam. <a title="Surah Al-Muddassir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Muddassir">Surah      Al-Muddassir</a>.</li>
<li><strong><a title="Lazhaa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lazhaa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lazhaa</a></strong><br />
Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah      dan menghina orang miskin. Bagi mereka yang tidak mau bersedekah, membayar      <a title="Zakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat">zakat</a>, atau bahkan memasang muka masam      apabila ada orang miskin datang meminta bantuan. <a title="Surah Al-Ma’arij" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Ma%E2%80%99arij">Surah Al-Ma’arij</a>.</li>
<li><strong><a title="Huthamah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Huthamah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Huthamah</a></strong><br />
Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa <a title="Emas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emas">emas</a>, <a title="Perak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perak">perak</a> atau <a title="Platina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Platina">platina</a>, mereka yang serakah tidak mau      mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin. Di neraka ini harta      yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai      siksaan kepada manusia pengumpul harta. <a title="Surah Al-Humazah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Humazah">Surah Al-Humazah</a>.</li>
<li><strong><a title="Sa'iir (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sa%27iir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sa&#8217;iir</a></strong><br />
Neraka yang diisi oleh orang-orang <a title="Kafir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kafir">kafir</a> dan orang yang memakan <a title="Harta (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harta&amp;action=edit&amp;redlink=1">harta</a> anak yatim. <a title="Surah Al-Ahzab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Ahzab">Surah Al-Ahzab</a>, <a title="Surah An-Nisa'" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Nisa%27">Surah An-Nisa&#8217;</a>, <a title="Surah Al-Fath" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Fath">Surah Al-Fath</a> dan <a title="Surah Luqman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Luqman">Surah Luqman</a>.</li>
<li><strong><a title="Wail (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wail&amp;action=edit&amp;redlink=1">Wail</a></strong><br />
Neraka yang disediakan untuk para pengusaha atau pedagang yang licik,      dengan cara mengurangi berat timbangan, mencalokan barang dagangan untuk      mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Barang dagangan mereka akan      dibakar dan dimasukkan kedalam <a title="Perut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perut">perut</a> mereka sebagai      <a title="Azab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Azab">azab</a> dosa-dosa mereka. <a title="Surah Al-Tatfif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Tatfif">Surah Al-Tatfif</a> dan <a title="Surah At-Tur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_At-Tur">Surah At-Tur</a>.</li>
</ul>
<p>Neraka dipegang (ditahan) oleh tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh tujuh puluh ribu malaikat.</p>
<p>Disebutkan didalam salah satu <a title="Hadist" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadist">hadist</a>, bahwa penghuni neraka yang terbanyak adalah dari kalangan <a title="Perempuan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perempuan">perempuan</a>.</p>
<p><em>&#8230;orang-orang ahli neraka telah diperintahkan masuk neraka maka ketika saya berdiri di dekat pintu neraka tiba-tiba kudapatkan kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang perempuan.</em></p>
<p>Oleh karena itu, kita harus senantiasa menggunakan hidup kita untuk selalu beribadah semata-mata karena Allah SWT. Allah SWT berfirman, yang artinya &#8220;<em>Dan, Aku tidak menciptakan manusia dan jin melainkan untuk menyembah-Ku.</em>&#8221; [Adz-Dzariat : 56].</p>
<p><strong><em>Referensi: Wikipedia dan Indahnya Surga Dahsyatnya Neraka (karya Abu Fatiah Al-Adnani)</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadlabib.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadlabib.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadlabib.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadlabib.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadlabib.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadlabib.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadlabib.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadlabib.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadlabib.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadlabib.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=235&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/08/surga-dan-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadlabib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/10/sevia1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sevia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pikulan Cilok itu Sumbangan Majlis Taklim KBRI Bangkok</title>
		<link>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/05/pikulan-cilok-itu-sumbangan-majlis-taklim-kbri-bangkok/</link>
		<comments>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/05/pikulan-cilok-itu-sumbangan-majlis-taklim-kbri-bangkok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 09:17:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadlabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadlabib.wordpress.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Arief Farihan Kamil  &#124;  Sabtu, 26 September 2009
Sumber: Priangan Online

HANYA alat pikulan sederhana. Harganya tak lebih dari Rp 300.000. Namun sarana berdagang yang terbuat dari kayu dan seng bantuan Majelis Taklim Kedutaan Besar RI Bangkok di Thailand itu justru menjadi penyambung nafas kehidupan Maman (37) dan keluarganya. &#8220;Kini saya bisa menafkahi keluarga lagi,&#8221; kata pria [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=230&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Arief Farihan Kamil  |  Sabtu, 26 September 2009<br />
Sumber: <a href="http://prianganonline.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=231&amp;Itemid=54" target="_blank">Priangan Online</a></p>
<p><img src="/Users/hp1/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-4.jpg" alt="" /></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-231" title="P2170176" src="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/10/p2170176.jpg?w=300&#038;h=225" alt="P2170176" width="300" height="225" />HANYA alat pikulan sederhana. Harganya tak lebih dari Rp 300.000. Namun sarana berdagang yang terbuat dari kayu dan seng bantuan Majelis Taklim Kedutaan Besar RI Bangkok di Thailand itu justru menjadi penyambung nafas kehidupan Maman (37) dan keluarganya. &#8220;Kini saya bisa menafkahi keluarga lagi,&#8221; kata pria berkulit legam tersebut, Jumat (25/9).<br />
Maman adalah salah seorang korban bencana gempa bumi yang mengguncang Jawa Barat pada awal September lalu. Rumahnya di RT 04/03 Blok Cisepet, Dusun Nanggewer, Desa Jelat, Kec. Baregbeg, Kab. Ciamis, luluh lantak. Gempa memang telah menjungkirkan kehidupan saat ini dan masa depan. Seisi rumah seperti peralatan rumah tangga hingga peralatan dapur, ludes. Kompor penyok, katel bolong, tiga lusin gelas di lemari pecah.</p>
<p><span id="more-230"></span></p>
<p>Padahal di rumah berukuran 6 m x 8 m itu ia tinggal bersama lima anggota keluarga lainnya.<br />
Selain ayahnya, Sarbini (65) dan ibunya, Ny. Asinah (64), Maman juga mempunyai tanggungan istri dan dua anak, kelas 3 SD serta usia 1,5 tahun. Maklum, ayahnya yang kadang menjadi buruh cangkul lebih sering menganggur. Saat ini keluarga tersebut menumpang di rumah panggung kecil milik tetangganya, Ny. Yati (35).</p>
<p>Sebelum musibah datang, memang Maman berjualan cilok, cireng, makaroni goreng atau cemilan khas anak-anak lainnya. Karena pikulan untuk berjualan cilok itu hancur tertimpa reruntuhan rumah, ia sempat menganggur. Untuk keperluan makan keluarga, keluarga itu mengandalkan bantuan dari dermawan, tetangga serta sedikit dari pemerintah. Tentu, bila tak ada bantuan lagi, ketersediaan beras dan sembako akan habis dalam tempo kurang dari sebulan. &#8220;Tadinya saya bingung, kira-kira sebulan ke depan keluarga saya bisa makan atau enggak, ya,&#8221; imbuh Maman.</p>
<p>Musibah yang menimpa keluarga berstatus di bawah garis kemiskinan itu sempat muncul di HU Priangan dan situs www.prianganonline.com. Kebetulan, sejumlah anggota Majelis Taklim KBRI di Negeri Gajah Putih itu sempat membacanya. Pada saat yang sama majelis taklim yang diketuai Atase Kejaksaan RI di KBRI Bangkok, Darmawel Aswar, SH, MH, sedang menggalang dana untuk sumbangan gempa hingga terkumpul dana zakat maal, infak dan shadaqah sekitar Rp 63.350.000. Akhirnya, dana zakat sebesar Rp 50 juta disumbangkan untuk daerah gempa di Kab. Cianjur, sedangkan dana infak, shadaqah ditambah kas masjid sebesar Rp 13.350.000 untuk korban gempa di Ciamis.</p>
<p>Melalui salah seorang pengurusnya, Wawan Anwar Sadat, SPdI, Maman diberi dana bantuan sebesar Rp 500 ribu. Sebesar Rp 300 ribu untuk membuat pikulan, sisanya untuk modal bahan-bahan makanan. Dana lainnya diberikan masing-masing sebesar Rp 100.000 kepada sekitar 120 keluarga korban gempa yang rumahnya mengalami kerusakan parah di Kampung Cisepet, Kampung Nanggewer (Dusun Nanggewer), Cisagu (Dusun Mekarmulya) di Desa Jelat Kec. Baregbeg, Dusun Mekarsari Desa Kiarapayung (Kec. Rancah), Ciheot Desa Pusakanagara (Kec. Baregbeg), Sukaharja Desa Petirhilir (Kec. Baregbeg), Babakan Desa Karangampel (Kec. Baregbeg) dan Karangsari Desa Putrapinggan (Kec. Kalipucang). Ada pula sejumlah masjid korban gempa dan nenek jompo.</p>
<p>Awalnya, Anwar yang juga guru di Sekolah Indonesia Bangkok di Komplek KBRI Bangkok itu merasa keberatan dititipi amanah uang oleh jemaah pengajian. Namun ia akhirnya bersedia setelah diyakinkan istrinya, Ny. Aas Hikayat SAg, supaya menggandeng media saja. &#8220;Sebagai pertanggungjawabannya, saya tentu harus mengabarkan hal ini kepada pada dermawan di Bangkok melalui media. Jadi pemberitaan ini pun sama sekali bukan dimaksudkan untuk riya, tapi sebagai bentuk mengemban kepercayaan bahwa sumbangan telah sampai kepada yang berhak,&#8221; kata Anwar.</p>
<p>Meski jumlahnya tergolong tidak besar, sumbangan uang tunai tersebut sangat diterima warga korban gempa. Pun, pada hari pertama dan kedua Lebaran, Maman langsung membuat pikulan cilok. Pada hari ketiga Lebaran, Selasa (22/9), ia bisa berdagang lagi. Menurut Maman, meski masih libur sekolah, hasil ngider hari pertama sekitar mulai pukul 07.00-17.00 di wilayah Desa Jelat itu dirinya bisa mengantongi pendapatan kotor sebesar Rp 50.500. Sedangkan hari berikutnya Rp 45.000.</p>
<p>Kini, oleh para konsumennya, cilok maman disebut cilok Bangkok atau cireng KBRI. &#8220;Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah memberikan bantuan sehingga saya punya mata pencaharian lagi. Kalau masalah rumah mah saya belum tahu bagaimana, karena bantuan dari pemerintahnya pun belum jelas,&#8221; imbuh Maman sembari melangkah membunyikan kentongan bambu khas suara dagang cilok.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadlabib.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadlabib.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadlabib.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadlabib.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadlabib.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadlabib.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadlabib.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadlabib.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadlabib.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadlabib.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=230&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/10/05/pikulan-cilok-itu-sumbangan-majlis-taklim-kbri-bangkok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadlabib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Users/hp1/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/10/p2170176.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">P2170176</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Olahraga Hati</title>
		<link>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/08/01/olahraga-hati/</link>
		<comments>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/08/01/olahraga-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 14:50:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadlabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadlabib.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Konsepnya sederhana &#8221; di dalam jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat&#8221;. Artinya kalau jiwa dan kondisi ruhani kita lagi nyaman tentram dan damai, maka badan serasa segar dan makanpun serasa nikmat. Sebaliknya bila kondisi jiwa kita tidak stabil penuh dengan konplik, penuh dengan perasaan tidak senang, perasaan tidak puas, maka sekujur badan serasa pegal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=224&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Konsepnya sederhana &#8221; di dalam jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat&#8221;. Artinya kalau jiwa dan kondisi ruhani kita lagi nyaman tentram dan damai, maka badan serasa segar dan makanpun serasa nikmat. Sebaliknya bila kondisi jiwa kita tidak stabil penuh dengan konplik, penuh dengan perasaan tidak senang, perasaan tidak puas, maka sekujur badan serasa pegal linu, kepala pusing,  hingga akhirnya tidak enak badan.sakit.</p>
<p><span id="more-224"></span></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-225" title="pingpong" src="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/08/pingpong.jpg?w=300&#038;h=225" alt="pingpong" width="300" height="225" />Ternyata memang hal itu sudah ditegaskan  oleh Nabiyullah Muhammad SAW, yang menegaskan bahwa di dalam tubuh kita ada segumpal darah yang apabila ia itu benar maka benarlah seluruh anggota badannya, dan apabila jelek maka jeleklah seluruh anggota badanya.Itulah hati.</p>
<p>Sesering apapun olahraga fisik yang kita lakukan tapi kita tidak bisa me-manage hati kita, jiwa kita, kondisi badan kita bukan tambah sehat tapi malah sebaliknya mengalami kelainan. Jadi, olahraga  hati sangat perlu kita lakukan selain kita melakukan olahraga fisik.</p>
<p>Banyak sekali cara yang bisa kita lakukan dalam kaitanya dengan olahraga hati. Diantaranya adalah dengan seringnya bangun malam, dan senantiasa mengkontinyukan bacaan quran dan shalawat atas Nabi Muhammad SAW. dan masih banyak lagi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadlabib.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadlabib.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadlabib.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadlabib.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadlabib.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadlabib.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadlabib.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadlabib.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadlabib.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadlabib.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=224&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/08/01/olahraga-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadlabib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/08/pingpong.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pingpong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Study Banding</title>
		<link>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/05/29/study-banding/</link>
		<comments>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/05/29/study-banding/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 08:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadlabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadlabib.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Judulnya adalah Study Banding, ya memang kami melakukan pembelajaran ke dua  sekolah yang berada di Phuket sebuah Pulau di Thailand. Harapan untuk menimba ilmu tentang pelaksanaan sekolah Internasional atau sekolah Bilingual sedikit terlaksana dengan penjelasan dari pengurus kedua sekolah dan pengamatan langsung di sekitatar sekolah.

Adalah BIS (British International School) yang pertama saya lihat dan kunjungi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=215&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Judulnya adalah Study Banding, ya memang kami melakukan pembelajaran ke dua  sekolah yang berada di Phuket sebuah Pulau di Thailand. Harapan untuk menimba ilmu tentang pelaksanaan sekolah Internasional atau sekolah Bilingual sedikit terlaksana dengan penjelasan dari pengurus kedua sekolah dan pengamatan langsung di sekitatar sekolah.</p>
<p><span id="more-215"></span></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-219" title="brtissssss" src="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/05/brtissssss1.jpg?w=300&#038;h=136" alt="brtissssss" width="300" height="136" />Adalah BIS (British International School) yang pertama saya lihat dan kunjungi. Satu hal yang saya garis bawahi dari penyelenggaraan pendidikan di sekolah ini, yaitu sistem asrama yang ketat. Ketat atau strict  yang mereka maksud kurang bisa dipahami, yang jelas dari penjelasan kepala sekolah dan salah seorang staff pegawai diantaranya adalah dalam pakaian dan moral. Para murid diharuskan memakai seragam sekolah selama proses pembelajaran, juga kalau ketahuan ada diantara siswa yang melakukan a susila akan dikeluarkan.</p>
<p>Kenapa harus saya garis bawahi? Pertama, karena sistim asrama adalah merupakan cara yang terpercaya untuk menerapkan nilai-nilai pendidikan yang sebenarnya, tidak hanya dalam bentuk teori.Kedua, sistem yang ketat atau disiplin adalah sistem yang bisa mengantarkan murid untuk berhasil.</p>
<p>Sebagai seorang Muslim tentunya menginginkan anaknya menjadi Muslim yang taat memahami keislaman secara menyeluruh dan bisa menerapkannnya dalam kehidupan sehari-harinya serta memiliki ilmu pengetahuan yang mempuni untuk bekal hidupnya. Tentunya untuk mewujudkan itu semua perlu memilih lembaga pendidikan yang bisa mewadahi semua cita-cita tersebut. Insya Allah ada dan banyak di Negara Indonesia. Kalaupun belum ada maka tugas kita semua untuk memikirkannya.</p>
<p>Selanjutnya kami mengunjungi Satree Bilingual School, sekolah milik<img class="alignright size-medium wp-image-221" title="stree1" src="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/05/stree1.jpg?w=232&#038;h=300" alt="stree1" width="232" height="300" /> pemerintahan Thailand yang memakai dua bahasa dalam beberapa bidang study-nya. Ciri khas dari tempat-tempat di Thailand adalah kebersihannya. Sekolah yang sudah berdiri 100 tahun ini memiliki areal yang luas dan bersih.</p>
<p>Satu hal yang membuat saya tidak puas adalah tidak tersedianya Masjid untuk tempat ibadah Murid Muslim, padahal jumlah murid dan beberapa pegawai yang muslim di sana cukup banyak. Sekitar 350 orang dari jumlah murid 800 orang.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadlabib.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadlabib.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadlabib.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadlabib.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadlabib.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadlabib.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadlabib.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadlabib.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadlabib.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadlabib.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=215&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/05/29/study-banding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadlabib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/05/brtissssss1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">brtissssss</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadlabib.files.wordpress.com/2009/05/stree1.jpg?w=232" medium="image">
			<media:title type="html">stree1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan Baik</title>
		<link>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/02/26/kebiasaan-baik/</link>
		<comments>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/02/26/kebiasaan-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 10:49:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadlabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadlabib.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam membuat sebuah kebijakan kepada semua anggotanya untuk menjalankan salat lima waktu dan mengaji al-quran hingga khatam 30 juz.&#8221; (Detik News, Rabu 26 Pebruari 2009)
Itulah sebuah kebijakan yang perlu diacungkan jempol bahkan kalau kata YM (Yaho Massangger) &#8220;Two Tumb  up&#8221;. Sungguh kebijakan yan perlu ditiru oleh semua kepala atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=211&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE TH                             &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><br />
<span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">&#8220;Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam membuat sebuah kebijakan kepada semua anggotanya untuk menjalankan salat lima waktu dan mengaji al-quran hingga khatam 30 juz.&#8221; (Detik News, Rabu 26 Pebruari 2009)</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Itulah sebuah kebijakan yang perlu diacungkan jempol bahkan kalau kata YM (Yaho Massangger) &#8220;Two Tumb  up&#8221;. Sungguh kebijakan yan perlu ditiru oleh semua kepala atau semua ketua yang mempunyai anak buah sebagi binaan dan tanggung jawabnya.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Kebiasaan baik akan bisa menjadi sebuah prilaku atau karakter yang baik pada tahapan berikutnya.Sehingga segala apa yang kita cita-citakan akan mudah tergapai dengan mudah dan lancar.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Sepintas kebijakan yang diambil oleh petinggi Polisi tersebut terkesan memaksa dan otoriter, mengingat bawahan yang terkena kebijakan tersebut sudah bukan anak-anak lagi yang mempunyai banyak keterbatasa, namun demikian pada kenyataanya orang dewasa (<em>aqil baligh</em>)-pun perlu untuk dipaksa dan dibiasakan untuk selalu mengerjakan apa-apa yang diyakini kebaikan dan manfaatnya.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Sebagai bahan renungan dan <em>muhasabah</em> bagi kita tentang apa yang telah diteapkan sebagai kebijakan di Polda Jatim, terkait dengan kebiasaan shalat berjamaah dan membaca al-quran, sudahkah kita yang bisa dan faham akan hukum dan cara melaksanakannya melakukan dengan ikhlash dan konsisten?.Sudahkah kita lari dari meja kerja kita, ketika mendengar atau mengetahui tibanya waktu shalat? Sudahkah kita menyimpan raket tenis dan bersegera ke masjid, ketika  waktu shalat tiba? Sudahkah kita mendawamkan membaca Firman-firman Allah SWT. dalam kehidupan kita? Sudahkah kita mentadaburinya? Melaksanakannya?</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Kebiasaan yang baik harus selalu dan selamanya di tanamkan kepada anak-anak remaja ataupun orang dewasa yang taat maupun yang kurang taat. Terlepas dari siapa yang menyruh membiasakan, kita akan memualinya dari diri kita sendiri untuk memaksa dan menyuruh diri kiata sendiri untuk selalu dan selamanya membiasakan untuk melaksanakan hal-hal yang baik dan bermanfaat.<br />
</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadlabib.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadlabib.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadlabib.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadlabib.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadlabib.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadlabib.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadlabib.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadlabib.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadlabib.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadlabib.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=211&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/02/26/kebiasaan-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadlabib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SOLIDARITAS PALESTINA</title>
		<link>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/01/14/solidaritas-palestina/</link>
		<comments>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/01/14/solidaritas-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 07:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadlabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[VIDEO]]></category>
		<category><![CDATA[demo]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Tifatul sembiring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadlabib.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=206&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/01/14/solidaritas-palestina/"><img src="http://img.youtube.com/vi/F7WLEAcvpv0/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/01/14/solidaritas-palestina/"><img src="http://img.youtube.com/vi/1IOWXIMCUyc/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadlabib.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadlabib.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadlabib.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadlabib.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadlabib.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadlabib.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadlabib.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadlabib.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadlabib.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadlabib.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadlabib.wordpress.com&blog=3196055&post=206&subd=ahmadlabib&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadlabib.wordpress.com/2009/01/14/solidaritas-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadlabib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/F7WLEAcvpv0/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/1IOWXIMCUyc/2.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>