Runtuhnya Atheisme oleh IPTEK

Setiap manusia memiliki kehidupan dan dalam kehidupan memiliki tujuan. Tujuan kita dalam kehidupan adalah untuk beribadah, beramal, dan menuntut ilmu setinggi-tingginya untuk bekal di dunia dan juga akhirat nanti. Setinggi-tingginya ilmu yang akan kita gapai pasti ada batasannya juga. Apa sajakah batas-batasannya tersebut?

Masing-masing manusia dilahirkan dengan nafsu dan akal pikiran dalam dirinya. Ini yang membuat manusia menjadi makhluk sempurna, jika dibandingkan dengan hewan dan malaikat. Hewan hanya memiliki nafsu, sedangkan malaikat penuh dengan kesucian, yaitu akal pikiran saja. Kedua hal yang diberikan untuk kita ini adalah modal untuk menjalani hidup. Dari sini kita bisa menangkap bahwa manusia hidup memang untuk beribadah dan menuntut ilmu. Tentu saja, pertama, nafsu kita timbul atas dasar rasa ingin tahu kita akan sesuatu. Nafsu ini mendorong kita untuk melakukan sesuatu. Kemudian, akal kita pergunakan untuk menjawab pertanyaan dalam diri kita ini, entah dengan meneliti atau bertanya kepada orang lain.


Tentu kedua hal ini juga dipakai dalam menuntut ilmu. Zaman sekarang, IPTEK, atau Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangat berkembang dan tak terbatas. Zaman ini maju karena akibat daripada pola pikir manusia yang juga maju. Namun, akhir-akhir ini, teknologi yang semakin berkembang menjadi tidak sesuai dengan syari’.

Inilah yang menyebabkan IPTEK sekarang lebih dikuasai kelompok nonmuslim dibanding kelompok muslim. Kelompok nonmuslim tidak melandasi pengetahuan mereka dengan aturan agama. Ini yang membuat mereka menjadi sok tahu, menjadi atheis, dan akhirnya mereka membuat kekacauan di muka bumi ini. Contohnya adalah Anthony Flew, seorang filsuf asal Inggris. Flew mulai menjadi atheis ketika berumur 15 tahun, dan pertama kali memunculkan namanya dalam dunia akademis pada tahun 1950. 50 tahun kemudian, ia mendukung atheisme sebagai pengajar universitas Oxford, Aberdeen, Kelee, dan universitas-universitas lainnya di Kanada dan Amerika, dalam berbagai debat dan buku-buku yang ditulisnya.

Beruntung, baru-baru ini Flew mengakui akan Tuhan dan mulai meninggalkan atheisme. Penyebab utama dari perubahan pandangan yang sangat mendasar ini adalah bukti jelas dan pasti yang diungkap ilmu pengetahuan tentang penciptaan. Setelah mengetahui kerumitan makhluk hidup yang didasarkan pada keberadaan informasi, Anthony Flew menyadari bahwa asal usul yang sesungguhnya dari kehidupan adalah rancangan cerdas (intelligent design) dan bahwa ateisme yang telah dianut dan dipertahankannya selama 66 tahun adalah filsafat yang telah terbantahkan. Anthony Flew sekarang bahkan berkata dengan penuh penyesalan, “Karena orang-orang sudah pasti terpengaruh oleh saya, saya ingin berusaha dan memperbaiki kerusakan besar yang mungkin telah saya lakukan.” Ini menunjukkan bahwa ia benar-benar telah menyesal telah mengacuhkan keberadaan Tuhan dalam puluhan tahun.

Dari peristiwa diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa atheisme mulai runtuh. Ilmu pengetahuan modern telah menyingkap keberadaan suatu “kecerdasan yang meliputi alam semesta”, yang dengannya menyingkirkan ateisme. Dalam bukunya “The Hidden Face of God” (Wajah Tersembunyi Tuhan), Gerald Schroeder, salah seorang ilmuwan pendukung penciptaan yang berpengaruh dalam merubah keyakinan Anthony Flew, menulis:

“Sebuah kesadaran, kearifan universal, meliputi alam semesta. Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan, khususnya yang meneliti sifat quantum dari materi penyusun atom, telah menggiring kita mendekati pemahaman yang mengejutkan: seluruh keberadaan adalah perwujudan dari kearifan ini. Di laboratorium-laboratorium, kita mendapatinya sebagai informasi yang pertama-tama secara fisik mewujud sebagai energi dan kemudian terpadatkan hingga menjadi bentuk materi. Setiap partikel, setiap wujud, dari atom hingga manusia, terlihat mewakili satu tingkatan dari informasi, dari kearifan.”

Penelitian ilmiah terhadap cara kerja sel dan partikel-partikel penyusun atom materi telah mengungkap fakta ini tanpa dapat dibantah: Kehidupan dan alam semesta dimunculkan menjadi ada dari ketiadaan oleh kehendak dari suatu wujud yang memiliki kecerdasan dan kearifan yang mahatinggi. Tidak ada keraguan bahwa pemilik pengetahuan dan kecerdasan yang meliputi alam semesta di seluruh tingkatannya adalah Allah Yang Mahakuasa. Allah menyatakan kebenaran ini dalam Al Qur’an:

Dan kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 2:115)

Nah, agar tidak timbul keadaan seperti Anthony Flew terdahulu, kita memang harus melandasi diri kita dengan iman yang kuat, dengan begitu kita percaya bahwa Allah itu ada. Kita batasi keingintahuan kita dengan aturan agama yang ada. Dengan begitu, kita tidak akan menentang hukum alam dan Insya Allah kita akan selamat di dunia dan akhirat.

Abrina Nurmayanti – XII

Referensi : Harun Yahya

« »

2 Responses

  1. assalamualaikum wr. wb.

    hahahaha bapakkk makasih udah di posting disini😀

  2. Bagus isinya…lebih baik kl dibahas contoh penciptaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: