Menghargai Orang

Pepatah bahasa arab mengatakan “La tahtakir man duunaka falikulli syain maziyyatun” artinya “janganlah engkau menghina seseorang selain engkau, karena setiap sesuatu itu ada kelebihannya”. Penghinaan kadang bisa langsung atau tidak langsung, kadang sengaja atau tidak disengaja.Penghinaan bisa dengan berbagai bentuk, baik melalui lisan, tulisan, gerak atau isyarat bahkan dengan perasaan sekalipun.

Perasaan menghina terhadap orang lain bisa timbul karena sikap iri hati yang ada pada diri kita, yang pada tingkat selanjutnya bisa menimbulkan sikap hasud yakni ada perasaan ingin melukai orang lain. Apabila sudah timbul rasa ingin melukai orang lain atau ingin menghilangkan nikmat/anugrah yang ada pada diri orang lain tersebut maka akan terjadi sebuah pertumpahan darah yang sangat diharamkan dalam islam, karena ia menjadi salah satu dosa besar.

Biasakanlah diri kita untuk selalu menghargai orang lain, dengan cara melatih hati kita untuk selalu bersikap ‘husnudzan”/ berbaik sangka, fositive thinking terhadap orang lain.Perasaan husnudzan ini mungkin bisa kita batasi dengan ayat al-Quran “dan sekali-kali tidak akan rida yahudi dan nasrani padamu sehingga engkau mengikuti ajaran mereka”. Maksudnya bahwa kita diharuskan untuk hati-hati dan waspada terhadap mereka dengan menghilangkan sikap “menghina” dan “suudzan”/ perasangka buruk, negative thinking.

Hati-hati dan waspada adalah mutlak harus kita jaga, disertai dengan sikap “rahmatan lil alamin”-nya Rasulullah SAW. Karena Nabi kita Muhammad SAW. diutus bukan hanya untuk kaum Arab atau ISlam saja tapi untuk seluruh alam raya. Sehingga pada kenyataanya kita seharusnya untuk bisa bersosialisai dengan seluruh penghuni alam ini. Tidak ada pembatas yang menghalangi pergaulan duniawi, apalagi saling hina- menghina, ejek-mengejek yang mengakibatkan pertengkaran dan perpecahan.

Hargailah pendapat, karya, usaha orang lain walaupun tidak sejalan dengan pemikiran kita. Apalagi orang itu sama-sma mengaku satu Tuhan Allah dan mengaku tidak ada lagi Nabi selain Nabi Muhammmad SAW.Satu aqidah, satu agama; ISLAM. Sebaliknya kita harus mempertahankan aqidah kita, agama Islam kita sampai titik darah penghabisan dari semua yang menghina dan melecehkan aqidah dan agama kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: