JENGGOT

Gambar di bawah diambil ketika sama-sama makan malam di rumah makan “makyah”, salah satu rumah makan muslim di Bangkok.Kelihatannya Ust.M Subki Al-Bogory dengan yang mengenakan batik di sampingnya ada sedikit kesamaan, yaitu sama-sama punya “jenggot”.

Memelihara jenggot bagi kaum muslim adalah diyakini sunah, karena hal tersebut dilakukan oleh Nabi SAW. dan dalamm sebuah hadits beiau menggambarkan bahwa ciri orang muslim adalah membiarkan jenggotnya.Memang mengartikan hadits tersebut bisa dengan dua cara yaitu “maknawi” (makna/esensi dari hadits itu sendiri) dan “lughawi” (leterlek kata atau bahasa dalam hadits itu), sehingga kalau secaa maknawi hadits itu bermaksud mengemukakan “pembeda” antara Muslim dengan Non muslim, sedangkan secara lughawi adalah membiarkan jenggot dalam arti rambut yang tumbuh di dagu seorang laki-laki dewasa.

Memelihara jenggot jelas tergantung niat masing-masing, ada yang memang ingin melaksanakan sunnah Rasul sehingga setelah memiliki jenggot yangn bgus, lalu mengikutinya sikap dan perbuatan yang mencerminkan seorang muslim sejati yang jelas membedakan dirinya dengan kaum kafir lkanatullah. Selain itu ada juga yang karena trend, ikut-ikutan, mengingat posisi yang ia lakoni,seperti sebagai guru agama islam atau kebetulan ia suka khutbah dan lain-lain. Selanjutnya ada juga yang memelihara jenggot dengan tujuan komersil dan entertain belaka, bahkan jenggotnya diwarnai dengan warna sesukanya atau mengikatnya sekehendaknya.

Memelihara jenggot bisa berakibat kurang baik manakala jenggotnya tidak tumbuh subur. Jenggot yang tumbuh di dagunya tumbuh hanya beberapa helai saja, tapi dibiarkan panjang, maka akan nampak pemandangan seperti “kambing”, bukan nampak indah dan mengesankan.Semua kembali pada niat masing-masing.

2 Responses

  1. memang berbicara jenggot ada suka dan sukanya.Ada yang mengatakan ciri orang PKS (Partai Keadilan Sejahtera adalah yang berjenggot dan suka punya istri lebih dari satu.ini salah satu pendapat yang menggelikan tentunya, karena yang berpendapat asal ngomong dan bernada menghina.

  2. Ya itulah orang. ada pepatah mengatakan : “kullu ra’sin ra’yun” setiap kepala ada ide. Jadi terserah orang memandang, dari sudut mana saja ia memandang yang penting tidak berdasarkan pada keinginan untuk ‘menjatuhkan’ dan ‘menghinakan’.Dengan kata lain ia lebih mengedepankan perbedaan daripada rohmatnya.Itulah ciri orang yang pengetahuannya lemah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: