Kebiasaan Baik


“Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam membuat sebuah kebijakan kepada semua anggotanya untuk menjalankan salat lima waktu dan mengaji al-quran hingga khatam 30 juz.” (Detik News, Rabu 26 Pebruari 2009)

Itulah sebuah kebijakan yang perlu diacungkan jempol bahkan kalau kata YM (Yaho Massangger) “Two Tumb  up”. Sungguh kebijakan yan perlu ditiru oleh semua kepala atau semua ketua yang mempunyai anak buah sebagi binaan dan tanggung jawabnya.

Kebiasaan baik akan bisa menjadi sebuah prilaku atau karakter yang baik pada tahapan berikutnya.Sehingga segala apa yang kita cita-citakan akan mudah tergapai dengan mudah dan lancar.

Sepintas kebijakan yang diambil oleh petinggi Polisi tersebut terkesan memaksa dan otoriter, mengingat bawahan yang terkena kebijakan tersebut sudah bukan anak-anak lagi yang mempunyai banyak keterbatasa, namun demikian pada kenyataanya orang dewasa (aqil baligh)-pun perlu untuk dipaksa dan dibiasakan untuk selalu mengerjakan apa-apa yang diyakini kebaikan dan manfaatnya.

Sebagai bahan renungan dan muhasabah bagi kita tentang apa yang telah diteapkan sebagai kebijakan di Polda Jatim, terkait dengan kebiasaan shalat berjamaah dan membaca al-quran, sudahkah kita yang bisa dan faham akan hukum dan cara melaksanakannya melakukan dengan ikhlash dan konsisten?.Sudahkah kita lari dari meja kerja kita, ketika mendengar atau mengetahui tibanya waktu shalat? Sudahkah kita menyimpan raket tenis dan bersegera ke masjid, ketika  waktu shalat tiba? Sudahkah kita mendawamkan membaca Firman-firman Allah SWT. dalam kehidupan kita? Sudahkah kita mentadaburinya? Melaksanakannya?

Kebiasaan yang baik harus selalu dan selamanya di tanamkan kepada anak-anak remaja ataupun orang dewasa yang taat maupun yang kurang taat. Terlepas dari siapa yang menyruh membiasakan, kita akan memualinya dari diri kita sendiri untuk memaksa dan menyuruh diri kiata sendiri untuk selalu dan selamanya membiasakan untuk melaksanakan hal-hal yang baik dan bermanfaat.

2 Responses

  1. Karena manusia itu cenderung lalai, maka dalam hal tertentu harus dipaksa.

  2. manstap…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: