RIDHA

Oleh:

Ahmad Ghalib Kelas III-IPA SIB

ghalibOrang beriman yang mempunyai sikap yang bijaksana pastinya akan bersikap ridha kepada semua perbuatan yang dia lakukan. Kata ridha berasal dari bahasa Arab yang artinya rela dan menerima dengan suci hati . Menurut istilah ridha berarti menerima dengan rasa senang apa yang diberikan oleh Allah SWT baik berupa peraturan, hukum, ataupun qada atau ketentuan nasib.Mengacu pada pengertian ridha, menurut istilah seperti tersebut ridha dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam yaitu :

Ridha terhadap peraturan – peraturan Allah SWT. Orang yang ridha terhadap hukum Allah SWT tentu akan melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, yang dilandasi dengan niat ikhlas karena Allah SWT dan rasa senang, tidak merasa dipaksa atau terpaksa.

  1. Ridha terhadap qada dan qadar Allah SWT yang berkaitan dengan nasib. Orang beriman yang ridha akan menerima qada dan qadar Allah SWT yang berupa kenikmatan dengan rasa syukur, dan yang berupa kemalangan dengan sabar dan tawakal.

Ridha Allah SWT mengandung arti ridha mencintai-Nya semata, ridha menyembahnya semata, takut dan berharap kepadanya, merendahkan diri kepadanya, beriman kepada pengaturan dan menyukainya, bertawakkal dan meminta pertolongan kepada-Nya, dan ridha kepada apa yang telah diperbuatnya, maka inilah yang dimaksud dengan ridha kepada Allah SWT. Hal ini sesui dengan firman Allah SWT. “Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: “Cukuplah Allah bagi kami, “ (Qs At Taubah :59).

Banyak dari ulama yang membahas tentang ridha, apakah termasuk katagori sunnah   atau wajib. Syaikhul Islam Ibnu Taimuyah rahimullah mengambil kesimpulan, bahwa hukum penting ridha kepada taqdir adalah wajib, sebab orang yang tidak punya rasa ridha kepada Allah, agama dan syariat, dan hukum-hukumnya, maka jelaslah sudah dia bukan seorang muslim. Sedangkan kedudukannya yang tinggi adalah sunnah, yaitu termasuk dalam amalan orang – orang didekatkan kepada Allah SWT.

Untuk menyakinkan diri sekaligus mengharapkan ridha Allah SWT, Rasulullah SAW sangat  menganjurkan untuk berdzikir, di dalam sebuah hadits dari Abu Salmah r.a khadim Nabi SAW, marfu’, sesungguhnya ia berkata., “ Rasulullah Saw bersabda,” Barangsiapa membaca pada waktu pagi dan pada sore hari, Radhitu billahirabba), wa bil islami dina(n) wa Muhammadin nabiyyaw wa rasulaa(n). (Aku ridha Allah sebagai Rab ku, dan Islam sebagai  agamaku,  dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulku) wajiblah Allah meridhai dia (HR Abu Dawud, Turmuzi, Nasai dan al Hakim).

Ridha dengan Islam sebagai agama artinya apa saja yang di dalam Islam, baik berupa hukum perintah dan larangan, maka sesungguhnya kita meridhainya secara kseluruhan, tanpa ada rasa rasa keberatan barang sedikitpun dalam diri kita untuk menerimanya, melainkan kita pasrah menerima nya dengan hal tersebut dengan lengkap. Kita tetap tegar dengan prinsip ini meskipun harus bertentangan dengan kesenangan pribadi, meskipun sebagian besar manusia menyalahinya, meskipun kita dalam pengembaraan, dan meskipun kita banyak musuh karenanya.

Ridha kepada nabi Muhammad SAW sebagai nabi artinya kita harus beriman kepadanya, patuh kepada-Nya, dan pasrah kepadanya, dan hendaknya beliau SAW harus kita  pentingkan daripada diri sendiri. Untuk itu seandainya beliau SAW masih ada, kemudian ada sebuah anak panah yang melesat mengarah padanya, kita wajib melindunginya meskipun mengorbankan nyawa kita sendiri. Kita rela mati membelanya. kita ridha dengan tuntunan dan sunnahnya. Jika ridha kepada sunnahnya, berarti kita tidak mau merujuk kepada siapapun, kecuali hanya kepadanya dan tidak pula meminta keputusan hukum, kecuali hanya kepadanya.

Beberapa  Buah dari perbuatan ridha yang didapat karena telah melakukannya dengan ikhlas tidak dipaksa serta tidak terpaksa adalah sebagai berikut  :

  1. Ridha, gembira dan senang kepada Allah SWT seperti yang dilakukan oleh nabi Muhammad SAW bahwa beliau adalah orang yang paling ridha, paling gembira dan paling senang dengan Tuhannya.
  2. Ridha akan menyelamatkan seorang hamba dari kegundahan kecemasan, kesedihan, kekacauan hati, tertutupnya mata hati.
  3. Ridha akan membebaskan seorang hamba dari dari sikap menentang Tuhannya dan semua perintah, hukum dan keputusannya.
  4. Ridha sangat berguna sekali bagi seseorang hingga akan membuatnya tidak pernah putus asa terhadap keinginan yang luput darinya.
  5. Ridha membuat sesorang tidak pernah meragukan ketetapan Allah, takdir, hukum dan ilmu-Nya, sehingga akan membuatnya pasrah kepada-Nya.
  6. Ridha dapat memusatkan dan menjernihkan hati sehingga pelakunya dapat memanfaatkannya untuk beribadah lebih khusyu’.

Wallahu ‘alam bi shawwab

Sumber : Silsilah Amalan Hati
Muhammad bin Shalih Al Munajjid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: